FAKULTAS BAHASA DAN SENI INFO FAKULTAS

FBS Optimalkan Potensi untuk Dukung PK BLU

previous arrow
next arrow
Slider

 

Medan (Unimed) – Dalam rangka mengoptimalisasi pelaksanaan Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum (PK-BLU) Fakultas Bahasa dan Seni (FBS Unimed) menggelar Forum Group Discussion (FGD) di Aula FBS Unimed pada 23 Mei 2018. Pada kegiatan tersebut puluhan dosen se-lingkungan FBS mengikuti FGD dengan hikmat dan antusias.

Dekan FBS Dr. Isda Pramuniati, M.Hum beserta Wakil Dekan tampil bersama Rektor dalam paparan FGD tersebut. Pada awal kegiatan, Dekan FBS Dr. Isda Pramuniati, M.Hum., memaparkan dan menjelaskan berbagai potensi tiap jurusan yang bisa dihasilkan untuk mengoptimalisasi layanan pendidikan. “Untuk mengoptimalkan income generate tiap prodi harus terlebih dahulu memetakan potensi, kemampuan dan juga peluang yang bisa dipasarkan. FGD PK-BLU ini diharapkan agar memberikan wawasan dan ide-ide baru dalam mengoptimalisasi potensi yang ada di prodi.

Selanjutnya, Rektor Unimed, Prof. Dr. Syawal Gultom, M.Pd. menjelaskan manfaat BLU terhadap Unimed, antara lain : 1) memberikan pelayanan yang prima dengan berorientasi pada kepuasan mahasiswa, 2) mengoptimalkan PNPB dan mengefisiensikan belanja BLU, 3) mereformasi birokrasi BLU dan mewujudkan good governance dengan melaksanakan prinsip efisien, efektif, ekonomis, produktif, transparan dan akuntabel, 4) melakukan pengelolaan keuangan yang mandiri dan otonom.

“Unimed akan membuat incubator bisnis dengan menggali potensi usaha sesuai dengan bidang dan jenis usaha, penyusunan rencana aksi bisnis dan pengembangannya, menjalankan operasional usaha dan tata administrasinya, meningkatkan mutu layanan dan kepuasan mahasiswa, dan penyusunan laoran secara berkala.. Ada banyak potensi yang bisa digali dari FBS ini, seperti seni rupa, seni tari, seni musik dan bahasa. Adapun alternatif income generate prodi di FBS melalui KSO dan KSM yaitu a) layanan bidang pariwisata, b) layanan bahasa dan seni untuk perhotelan, mall, industri, entertaiment, pesta budaya, pesta adat dan event-event nasional/internasional, c) layanan peningkatan kualitas SDM, d) layanan dalam bidang learning and media innovation, e) layanan dalam bidang penelitian dan publikasi, f) unit produksi dan g) layanan yang difasilitasi oleh sanggar, studio, lab dan lainnya. Untuk peluang di bidang pendidikan, potensi Sumatera Utara sangat besar, ada 3.045.588 siswa yang harus dididik, 173.671 guru yang harus dibina, dan 13.924 sekolah yang harus ditata. Siapa lagi yang peduli tentang pendidikan di Sumatera Utara, kalau bukan Unimed. Untuk itu kita harus tingkatkan layanan, ide inovasi dan dapat berperan dalam pembangunan pendidikan di Sumatera Utara,” jelas Prof. Syawal. (Humas Unimed)